Sabtu, 27 Oktober 2012

PROPOSAL PKL I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan di Kementerian Pertanian, diharapkan dapat berperan dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam mendukung upaya revitalisasi penyuluhan pertanian. STPP diharapkan dapat dihasilkan SDM Penyuluh Pertanian yang memiliki integeritas moral, professional, inovatif, kredibel dan berwawasan global serta memiliki etos kerja yang tinggi dalam membangun system penyuluhan pertanian. Penyelenggaraan pendidikan pogram Diploma IV Penyuluhan Pertanian merupakan salah satu bentuk upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian. Dengan meningkatnya kompetensi aparat Penyuluh Pertanian, diharapkan program pemberdayaan petani dan keluarganya dapat terlaksana lebih optimal. Pendidikan Pogram Diploma IV STPP dilaksanakan dengan system pendidikan Credit Earning System (CES) dan pola pembelajaran yang menggunakan In and Out Campuss Learning System. System dan pola tersebut memberi peluang peserta didik memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengasah kompetensinya melalui proses pembelajaran dalam kondisi nyata di lapangan. Sistem ini akan menghasilkan Penyuluh Pertanian yang professional dan mendukung tercapainya tujuan program revitalisasi penyuluhan pertanian. Pada semester II para mahasiswa STPP harus melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I, yang merupakan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan di luar kampus ( out campuss ). Kegiatan ini dilaksanakan dengan focus pembelajaran sesuai dengan Kompetisi Penyuluh Pertanian Pelaksana. Penyelenggaraan PKL I Tahun 2011 di STPP Jurusan Penyuluhan Petanian secara teknis Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I berpedoman pada peraturan-peraturan berdasarkan antara lain : 1. SK Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Per/02/Menpan/2/2008 tanggal 18 Februari 2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya. 2. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor 81/Per/SM.240/J/7/08 tanggal 8 Juli 2008 tentang Pedoman Praktik Kerja Lapangan, Uji Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi Peserta Didik Program Diploma IV Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. 3. Surat Edaran Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian Nomor : 16/SM.250/J.2/06/09 tanggal 5 Juni 2009, tentang Pelaksanaan PKL dan KIPA di STPP. 4. DIPA STPP Jurusan Penyuluhan Pertanian Yogyakarta Tahun 2011 B. Tujuan 1. Tujuan Umum Tujuan Umum PKL adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan teoretis yang telah diperoleh selama kuliah in Campuss, dalam kehidupan nyata di lapangan, guna mencapai jenjang Penyuluh Pertanian Pelaksana. 2. Tujuan Khusus a. Mampu melaksanakan pengumpulan data potensi wilayah dan agroekosistem tingkat Desa dan Kecamatan. b. Mampu memandu penyusunan Rencana Kegiatan Desa (RKD)dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD) c. Memahami proses penyusunan Programa penyuluhan pertanian d. Memahami proses penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian e. Memahami proses dan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani perorangan/kelompok /missal f. Memahami proses pelaksanaan Demontrasi Cara g. Memahami proses memandu Demontrasi Farm dan Sekolah Lapang h. Memahami proses menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran i. Memahami proses mengajar Kursus Tani j. Memahami proses menumbuhkan Kelompok k. Memahami proses mengembangkan Kelompok dari Pemula ke Lanjut l. Memahami proses perencanaan Kegiatan Mimbar sarasehan tingkat Kecamatan m. Memahami prose pemecahan masalah kepada petani-nelayan yang berkonsultasi C. Manfaat Manfaat kegiatan PKL I adalah sebagai berikut : 1. Bagi Mahasiswa : 1.1 Mahasiswa dapat berlatih melakukan tugas kerja penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat petani 1.2 Mahasiswa dapat melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta, pengusaha tani dan stakeholder lain 1.3 Mahasiswa dapat berlatih dalam bermasyarakat dengan kondisi sosiokultur yang berbeda 2. Bagi pihak terkait seperti instansi pemerintah / swasta, petani dan stakeholder lain adalah : 2.1 Mengenal STPP sebagai penyelenggara pendidikan program Divloma IV penyuluhan pertanian 2.2 Membantu menyelesaikan tugas / pekerjaan rutin terkait dengan penyuluhan pertanian yang dilakukan instansi, pengusaha dan petani 2.3 Menciptakan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan dibidang penelitian maupun pemberdayaan SDM pertanian 3. Bagi STPP 3.1 Memberikan ruang gerak dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat membentuk mahasiswa sebagai penyuluh pertanian yang handal, berdedikasi tinggi, etos kerja tinggi, dan professional sesuai dengan jenjang penyuluhnya 3.2 Dapat mengukur keberhasilan proses pembelajaran dalam mencapai kompetensi dari pada tugas dan fungsi pokok penyuluh yang dilaksanakan selama PKL BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penyuluh perrtanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik dibidang ekonomi, sosial, maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai (Deptan, 2002). Dalam pengertian ini penyuluhan merupakan proses dinamis sehingga pelaksanaan proses penyuluhan didasarkan pada falsafah dan prinsip penyuluhan. Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam meningkatkan pelestarian fungsi lingkungan hidup. (UU RI No. 16 tahun 2006). Menurut soeharto, N.P.2005, Penyuluhan pertanian bagian dari system pembangunan pertanian yang merupakan system pendidikan di luar sekolah (pendidikan non formal)bagi petani beserta keluarganya dan anggota masyarakat lainnya yang terlibat dalam pembangunan pertananian, dengan demikian penyuluhan pertanian adalah suatu upaya untuk terciptanya iklim yang kondusif guna membantu petani beserta keluarga agar dapat berkembang menjadi dinamis serta mampu untuk memperbaiki kehidupan dan penghidupannya dengan kekuatan sendiri dan pada akhirnya mampu menolong dirinya sendiri.. Menurut kesley dan hearne dalam Mardikanto, 1991, falsafah penyuluhan adalah bekerja bersama masyarakat untuk membantunya agar mereka dapat meningkatkan harkatnya sebagai manusia. Pendapat ini mengandung pengertian : 1) Kehadiran penyuluh bukan sebagai penguasa, tetapi ia harus mampu menciptakan suasana dinamis dengan masyarakat dan mampu menumbuhkan,menggerakkan, serta memelihara parsitipasi masyarakat, 2) Penyuluhan tidak menciptakan ketergantungan, tetapi harus mampu mendorong semakin terciptanya kreativitas dan kemendirian masyarakat agar semakin memiliki kemampuan untuk berswakarsa, swadaya, dan swadana, sehingga dapat mengoptimalkan SDA dan SDM yang dimiliki, 3) Penyuluhan yang dilaksanakan harus mengacu kepada terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat dan peningkatan harkatnya sebagai manusia (Mardikanto, 1991: 21). A. Perencanaan Kegiatan Penyuluhan 1. Pengumpulan data Untuk menyusun programa penyuluhan pertanian berdasarkan masalah yang nyata ada, maka pertama-tama harus ditentukan keadaan yang nyata ada. Ini berarti data mengenai keadaan itu harus dikumpulkan. Untuk maksud itu ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu: a) Data yang diperlukan, b) Dimana mendapatnya, c) Bagaimana mendapatkannya. Keadaan data tersebut seperti pengumpulan data sosial, ekonomi, produksi, data fisik dan agroekositem dilakukan dengan mengidentifikasi menggunakan teknik PRA. 2. Pengolahan data Setelah data dikumpulkan, data tersebut harus diolah dan disusun menjadi suatu pertanyaan mengenai keadaan tertentu. Dalam mempertimbangkan data data bersama petani, penyajiannya harus sebaik mungkin untuk mempermudah penetapan masalah yang nyata. 3. Penetapan masalah dan penetapan tujuan Untuk menerapkan azas demokrasi dan partisipatf, maka masalah dan tujuan ditetapkan bersama penyuluh dan kontaktani,dan yang dimaksud dengan tujuan penyuluhan pertanian adalah arah kegiatan penyuluhan pertanian. Ada beberapa tingkatan tujuan penyuluhan pertanian, dari yang umum sampai yang khusus. Tujuan pokok penyuluhan adalah perubahan dalam perilaku keluarga tani, yaitu perubahan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan. Tujuan umum seperti: a) Bertani lebih baik, berusaha lebih menguntungkan, dan hidup lebih sejahtera, b) Panca karya pertanian: panca usaha, pengusahaan hasil, pengolahan hasil, pemasaran hasil, pembangunan masyarakat desa. Sedangkan tujan program dapat diartikan sebagai pernyataam mengenai masalah. Pemecahan masalah tersebut membutuhhkan waktu satu tahun atau lebih. 4. Penetapan rencana kegiatan Penetapan rencana kegiatan sepenuhnya penyuluh pertenian Rencana kegiatan bisa berlaku untuk satu musim atau satu tahun . Rencana kegiatan ini merupakan pedoman kegiatan yang hharus diselenggarakan oleh penyuluh pertanian. Dalam menetapkan rencana kegiatan, penyuluh pertanian harus menerapkan prinsip-prinsip pendidikan. Dalam rencana kegiatan harus termuat masalah khusus, tujuan, kegiatan. Metode. Waktu, tempat, perlengkapan, petugas, lokasi dan biaya. B. Pelaksanaan Penyuluhan Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian harus menerapkan pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip pendidikan dengan menggunakan metode dan media yang relepan dan efektif. Metode penyuluhan adalah upaya mempertemukan masyarakat dengan materi penyuluhan baik secara massal, kelompok atau perorangan. (Departemen Kehutanan, 2006) Adapun ragam metode penyuluhan sebagaimana dalam kompetisi yang dikuasai Penyuluh Pertanian Pelaksana ( Juknis PKL I STPP Yogyakarta,2011) sebagai berikut : 1. Kunjungan / anjangsana Kunjungan/anjangsana merupakan kunjungan yang terencana yang dilakukan oleh penyuluh kerumah/tempat usaha petani tujuan menumbuhkan kepercayaan diri petani dan keluarganya. Dalam anjangsana agar dapat dilakukan secara terencana, penyiapkan kebutuhan teknologi yang diperlukan petani serta bahan informasi atau media penyuluhan seperti brosur atau folder dan media lainnya. Tujuan anjangsana : a. Menyampaikan informasi dan teknologi baru b. Memfasilitasi proses belajar-mengajar c. Mendampingi dalam penyusunan RDK dan RDKK d. Membimbing penerapan teknologi usahatani e. Pemeriksaan lapangan bersama-sama petani untuk mengetahui permasalahan yang terdapat di lapangan f. Membantu permasalahn teknis maupun non teknis g. Menampung permasalahan yang tidak dapat dipecahkan pada waktu kunjungan untuk dibawa ke pertemuan di BPP 2. Demontrasi Merupakan suatu metode penyuluhan dilapangan untuk memperllihatkan / membuktikan secara nyata tentang cara dan atau hasil penerapan teknologi yang telah terbukti menguntungkan bagi petani atau masyarakat. Berdasarkan sasaran yang akan dicapai, demontrasi dibedakan menjadi : a. Demplot yaitu demontrasi yang dilakukan secara perorangan dengan mengusahakan komoditi tertentu, dengan areal 0,1-0,5 Ha untuk komoditi yang memerlukannya. Tujuannya adalah untuk memberikan contoh bagi petani di sekitarnya untuk menerapkan teknologi. b. Demfarm yaitu demontrasi yang dilakukan secara kerjasama dalam kelompok dalam suatu kelompok dengan areal 1-5 Ha untuk komoditi yang memerlukannya.Tujuan pelaksanaan demfarm adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani serta memberikan contoh di sekitarnya menerapkan teknologi baru, c. Dem area adalah demontrasi yang dilakukan secara kerjasama antar kelompok dalam satu wilayah yang tergabung dalam satu gabungan kelompok dengan areal 5-25 Ha untuk komoditi yang memerlukannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani untuk menerapkan inovasi baru serta memberikan contoh bagi petani disekitarnya. 3. Sekolah Lapang Merupakan kegiatan pertemuan berkala yang dilakukan oleh sekelompok petani pada hamparan tertentu, yang diawali dengan membahas masalah-masalah yang sedang dihadapi, kemudian diikuti dengan curah pendapat, berbagi pengalaman tentang alternatif dan pemilihan cara pemecahan masalah yang paling efektif dan efisien sesuai dengan sumberdaya yang ada, Tujuan Sekolah Lapang adalah : a. Petani memiliki kesempatan mengidentifikasi kebutuhan ilmu dan keterampilan dalam melaksanakan usahataninya. b. Petani belajar untuk menambah ilmu dan keterampilan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya ditempat yang sesuai dengan keadaan dan masalah yang dihadapi sehari-hari c. Petani mampu menganalisis dan mengambil keputusan yang rasional tentang tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki usahataninya berdasarkan hasil lapangan. d. Para petani mampu bekerjasama dalam proses belajar untuk meningkatkan produktivitas usahataninya secara berkelanjutan. 4. Pameran Merupakan usaha untuk memperhatikan atau mempertunjukan model, contoh, barang, peta, grafik, benda hidup dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu. Suatu pameran melingkupi tiga tahap usaha komonikasi yaitu menarik perhatian, menggugah hati dan membangkitkan keinginan serta bila memungkinkan tahap meyakinkan diharapkan dapat juga tercapai, Tujuan dari pameran adalah : a. Mempengaruhi orang untuk menerima cara-cara baru dan memperlihatkan teknologi baru sekaligus ditunjukan hasil yang telah dicapai. b. Menarik perhatian banyak orang dan meningkatkan pengertian dan minat. c. Menumbuhkan pengertian dan apresiasi terhadap pembangunan pertanian. Pramuwicara adalah pemandu yang mempunyai pengetahuan dan keahlian dan kemampuan substantif, kemampuan metodologis dan kompetensi sosial dalam satu bidang tertentu dengan fungsi menumbuhkan perubahan perilaku sasaran melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan. 5. Kursus Tani Merupakan proses belajar mengajar yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis,teratur dan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari Kursus Tani adalah : a. Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan agar dapat memecahkan masalah-masalah, yang dijumpai dalam usahataninya b. Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan dalam menerapkan teknologi baru yang lebih menguntungkan c. Menambahkan calon kontaktani yang bersedia dan mampu menyebarkan teknologi pertanian yang lebih menguntungkan d. Menggugah dan mengembangkan kesadaran dan swadaya serta kepemimpinan keluarga tani. 6. Mimbar Sarasehan Merupakan forum konsultasi antar Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan untuk membicarakan memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani dalam rangka pembangunan pertanian. Tujuan Mimbar Sarasehan adalah : a. Memahami keadaan dan masalah yang dihadapi pembangunan pertanian dilapangan. b. Mencapai kesepakatan bersama tentang pemecahan masalah beserta penyusunan rencana kegiatan yang mencakup usahatani dan kehidupan petani dan keluarganya c. Melaksanakan penerapan kegiatan dilapangan sesuai dengan kesepakatan bersama d. Meningkatkan peranan dan peran serta petani sebagai subyek pembangunan e. Mewujudkan hubungan timbal balik yang serasi antar kontaktani dan pemerintah dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan pertanian untuk memperbaiki perencanaan masa yang akan dating. 7. Menumbuhkan kelompok tani Penumbuhan kelompoktani dapat dimulai dari kelompok-kelompok/organisasi sosial yang sudah ada dimasyarakat yang selanjutnya melalui kegiatan penyuluhan pertanian diarahkan menuju kelompoktani yang semakin terikat oleh kepentingan dan tujuan bersama dalam meningkatkan produksi dan pendapatan dari usahataninya. Kelompoktani juga dapat ditumbuhkan dari petani dalam satu wilayah, dapat berupa satu dusun atau lebih, satu desa atau lebih, dapat berdasarkan domisili atau hamparan tergantung dari kondisi penyebaran penduduk dan lahan usahatani di wilayah tersebut. Penumbuhan kelompoktani didasarkan atas prinsip dari, oleh dan untuk petani. Jumlah anggota kelompoktani 20 sampai 25 petani atau disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usahataninya. Penumbuhan kelompoktani didasarkan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut : 1) Kebebasan 2) Keterbukaan 3) Partisipatif 4) Keswadayaan 5) Kesetaraan 5) Kemitraan 8. Mengembangkan Kelompoktani Diarahkan pada peningkatan kemampuan kelompoktani dan melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis. Peningkatan kemampuan kelompok dapat berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi, unit penyedia sarana dan prasana produksi, unit pengolahan dan pemasaran dan unit jasa penunjang sehingga menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Tujuan penilaian kemampuan kelompoktani sebagai berikut : a. Memberikan reward / penghargaan kepada kelompoktani b. Menumbuhkan motivasi kepada kelompoktani untuk maju c. Menumbuhkan rasa bangga terhadap anggota kelompok atas kemampuan kelompoktaninya. d. Menumbuhkan dinamika kelompoktani dalam menangkap peluang ekonomi melalui usaha tani / agribisnis e. Membuka terciptanya metode pembinaan bimbingan dan pelayanan penyuluhan pertanian yang sesuai dengan kondisi kemampuan / dinamika kelompoktani. 9. Memberikan pemecahan masalah kepada petani/nelayan yang berkonsultasi Masalah adalah penyebab keadaan yang tidak memuaskan atau keadaan yang memerlukan perbaikan, yang menimbulkan rangsangan untuk kita berfikir dan berbuat untuk mengatasi atau menghilangkannya. Masalah ini harus dihadapi dan dipecahkan untuk menjamin dan memperlancar tercapainya tujuan. Tanpa henti, bahkan terus meningkat secara dinamis baik jenis, volume dan kompleksitasnya, sejalan dan berkorelasi positif dengan tingkat kemajuan pencapaian tujuan. ( Buku pintar proyek BPPL 1998) BAB III RENCANA KEGIATAN A .Waktu dan Tempat 1. Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL) I adalah praktek penyuluhan dalam tugas sebagai Penyuluh Pertanian Pelaksana dilaksanakan bagi Mahasiswa semester II di mulai dari tanggal 2 Mei s/d 30 Juli 2011, Dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, mahasiswa diharapkan mampu menunjukan kompetensi Penyuluh Pertanian Pelaksana yang telah tercantum dalam materi kegiatan penyuluhan. Adapun Perincian alokasi waktu dan tempat PKL I adalah sebagaimana tercantum pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Alokasi waktu PKL tahun 2011 No Kegiatan Alokasi waktu ( hari ) Lokasi 1 Magang / orientasi di BPP 14 BPP di Bantul 2 Menyusun laporan magang, presentasi dan penyempurnaan rencana kerja 4 Kampus STPP Yogyakarta 3 Pelaksanaan PKL I 70 Desa Keramat Baru Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar 4 Penyusunan Draft Laporan PKL I 12 Kabupaten Banjar 2.Tempat Kegiatan diawali dengan magang yang direncanakan pelaksanaannya dilokasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Bantul Provinsi D.I.Y Yogyakarta. Sedangkan PKL I direncanakan pelaksanaannya dilokasi Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kabupaten Banjar diwilayah kerja BPP Kecamatan Martapura Timur dan wilayah binaannya desa Keramat Baru Provinsi Kalimantan Selatan. B. Materi Kegiatan Materi kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I out campuss disesuaikan dengan jenjang Penyuluh Pertanian Pelaksana yang dirumuskan pada Juknis PKL I STPP Yogyakarta tahun 2011 secara garis besar dalam 13 kegiatan kompetensi dan disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Materi PKL I No Materi Metode 1 Mengumpulkan data potensi wilayah dan Agroekosistem tingkat desa dan kecamatan Praktik 2 Memandu penyusunan Rencana Kegiatan Desa (RKD) dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD) Praktik 3 Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 4 Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 5 Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani perorangan/kelompok/ masal Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 6 Melaksanakan Demontrasi Cara Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 7 Memandu Demontrasi Farm dan Sekolah Lapang Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 8 Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 9 Mengajar Kursus Tani Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 10 Menumbuhkan kelompok Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 11 Mengembangkan kelompok dari pemula ke lanjut Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 12 Merencanakan kegiatan mimbar saresehan tingkat kecamatan Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal 13 Memberikan pemecaha masalah kepad petani-nelayan yang berkonsultasi Magang dengan bimbingan pembimbing eksternal Tiga belas materi kegiatan dalam tabel diatas yang merupakan materi PKL I hanya mencantumkan haluan besarnya saja, sehingga pada tabel 3 akan dijabarkan materi/sub materi yang harus digali untuk pengontrolan pencapaian produk dari masing-masing materi kegiatan kompetensi PKL I. Tabel 3. Materi/sub materi yang harus digali dalam PKL I/out campus tahun 2011. Tabel 3. Materi/sub materi yang harus digali dalam PKL I No Tugas Penyuluh Materi Praktek Kompentasi Bentuk Tagihan Keterangan Kompetensi Teknik Sasaran 1 2 3 4 5 6 7 1 Mengumpulkan data potensi wilayah dan agroekosistem tingkat Desa dan Kecamatan Mampu mengumpulkan data potensi: SDA(tanah,air,iklim,vegetasi, Hewan,produksi,teknologi, Kesubura,daya resap,konservasi,biologi tanah dsb) SDM (populasi,pekerjaan,kegiatan Usaha,kemampuan teknologi,kelembagaan pertanian,proses adopsi inovasi,dsb Data Sekunder Wilayah desa/Kelompok /petani Daftar potensi wilayah Daftar kelembagaan Daftar kegiatan usaha Daftar produksi Daftar pemasaran Daftar kemitraan -Di BPP magang Dalam bentuk kopian monografi Desa dan kecamatan -Di lokasi PKL dalam bentuk tabel yang telah diisi. PRA Wilayah PKL Transek Peta Sumberdaya Diagram Venn Diagram kecenderungan Tabel potensi masalah -Di BPP magang bentuk laporan(narasi) -Dilokasi PKL dalam bentuk tabel yang telah diisi Wawancara petani/Profil keluarga KK tani Profil Keluarga tani Sketsa U.T Kalendermusim 20 KK tani dari 2 kelompoktani Merumuskan potensi dan masalah Analisis data menggunakan Crosstab/analisis Time series Data Sekunder Masalah dan penyebab Masalah produksi dan agroekosistem Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan dalam bentuk narasi Data Primer/ RRA Masalah dan potensi masalah Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan dalam bentuk narasi Penerapan prinsip kepemanduan Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan Lanjutan Tabel 3. 1 2 3 4 5 6 7 2 Memandu penyusunan Rencana Kegiatan Desa (RKD) dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD) Mampu memandu petani menyusun RAK,dan masalah-masalah usahataninya Teknik memandu partisipatif Diskusi KK tani(minimal) 20 KK tani dari 2 poktan) • 20 RUK Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan dalam bentuk narasi Mampu memandu poktan(2 poktan)menyusun RKK Teknik memandu partisipatif Diskusi Kelompoktani (2KK) • 2 RKK • 2 matrik RKK Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan dalam bentuk narasi Mampu memandu penyusunan penyusunan rencana kegiatan desa (RKD)dan rencana kegiatan penyuluhan desa(RKPD) Teknik kepemanduan Partisipasi Diskusi Gabungan dari 2 poktan • 1 RKD • 1 Matrik RKPD Dilokasi PKL/dilokasi magang dilaporkan dalam bentuk narasi 3 Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian Mampu mencermati proses penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Teknik pengamatan, Diskusi,konsultasi Dan wawancara Penyusun Programa penyuluhan pertanian Laporan hasil magang di BPP Pengamatan proses Pelaksanaan penyusunan programa penyuluhan pertanian Di lokasi Magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 4 Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian Mampu mencermati proses penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh pertanian Teknik pengamatan, Diskusi,kosultasi dan wawancara Penyusun rencana kerja tahunan penyuluh pertanian Laporan hasil magang di BPP/ Pengamatan proses ,pelaksanaan penyusunan programa penyuluhan pertanian Dilokasi magang/lokasi PKL,dilaporkan dalam bentuk narasi 5 Melakukan kunjungan tatap muka/perorangan/ Kelompok/Massal Mampu mencermati proses penyusunan RKTPP Teknik pengamatan, Diskusi,konsultasi dan wawancara Pelaksanaan kunjungan tatap muka/perorangan/ Kelompok/Massal Laporan hasil magang diBPP/pengamatan Proses pelaksanaan kunjunggan anjangsana perorangan/kelompok/ Massal Dilokasi magang /lokasi PKL,dilaporkan dalam bentuk narasi 1 2 3 4 5 6 7 6 Melaksanakan demontrasi cara Mampu mencermati proses pelaksanaan demontrasi cara Teknik pengamatan,diskusi Konsultasi dan wawancara Pelaksana demontrasi cara Laporan hasil magang diBPP/pengamatan selama PKL tentang proses pelaksanaan demontrasi cara Dilokasi magang/lokasi PKL,dilaporkan dalam bentuk narasi 7 Memandu Demontrasi Farm dan Sekolah Lapang Mampu mencermati proses pemanduan demontrasi farm dan Sekolah Lapang Teknik pengamatan,diskusi Konsultasi dan wawancara Pemandu Demfarm dan SL Laporan hasil magang diBPP/pengamatan selama PKL tentang proses pemanduan Demontrasi Farm dan Sekolah Lapang Dilokasi magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 8 Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran Mampu mencermati pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran Teknik pengamatan,diskusi Konsultasi dan wawancara Perencanaan pameran dan pramuwicara dalam pameran Laporan hasil magang diBPP/Pengamatan selama PKL tentang perencanaan dan pelaksanaan pameran Dilokasi magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 9 Mengajar Kursus Tani Mampu mencermati proses mengajar kursus tani Teknik pengamatan Diskusi,konsultasi, Dan wawancara Pengajar pada kursus yang dilaksanakan di tingkat petani Laporan hasil magang diBPP/pengamatan selama PKL tentang proses mengajar kursus tani Dilokasi magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 10 Menumbuhkan kelompok Mampu mencermati proses penumbuhan kelompok Teknik pengamatan,diskusi Konsultasi dan wawancara Penyuluh dan kelompok yang akan ditumbuhkan Laporan hasil magang diBPP/pengamatan selama PKL tentang proses penumbuhan kelompok Dilokasi magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 11 Mengembangkan Kelompok dari pemula ke lanjut Mampu mencermati proses pengembaangan kelompok dari pemula ke lanjut Teknik pengamatan Diskusi,konsultasi dan wawancara Penyuluh dan kelompok yang akan ditingkatkan kelasnya Laporan hasil magang diBPP/pengamatan selam PKL tentang proses pengembangan kelompok tani dari pemula ke lanjut Dilokasi Magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi Lanjutan Tabel 3. Lanjutan Tabel.3 1 2 3 4 5 6 7 12 Merencanakan kegiatan mimbar sarasehan tingkat kecamatan Mampu mencermati proses perencanaan kegiatan mimbar sarasehan tingkat kecamatan Teknik pengamatan Diskusi,konsultasi dan wawancara Penyuluh di BPP Laporan hasil magang di BPP/pengamatan selama PKL tentang proses perencanaan kegiatan mimbar sarasehan tingkat kecamatan Dilokasi magang/lokasi PKL dilaporkan dalam bentuk narasi 13 Memberikan pemecahan masalah kepada petani-nelayan yang berkonsultasi Mampu mencermati proses pemberian pemecahan masalah kepada petani-nelayan yang berkonsultasi Teknik pengamatan Diskusi,konsultasi dan wawancara - Laporan hasil magang di BPP/pengamatan selama PKL tentang proses pemecahan masalah yang dilakukan di BPP - c. Jadwal Kegiatan Penyusunan jadwal kegiatan PKL I berdasarkan dari variabel kegiatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Pelaksana. Jadwal yang disusun difungsikan untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan agar berjalan secara sistematis sehingga memperoleh kontrol dalam pencapaian kegiatan kompetensi Penyuluh Pertanian. Perincian jadwal dimaksud tertera pada tabel 4 dibawah ini. Tabel 4. Jadwal PKL I No Materi Kegiatan PKL I Waktu pelaksanaan 1 2 3 I. 1 Adminitrasi dan Persiapan Praktik Pembekalan PKL kepada Mahasiswa 2 s/d 4 Maret 2011- 2 Penyusunan Draft Rencana Kerja PKL I 4 Mar.s/d 16 April 2011 3 Konsultasi Pembimbing internal I dan II 20 Mar s/d 16 April 2011 4 Pelepasan PKL I 28 April 2011 II. Pelaksanaan Out Campuss 2 Mei s/d 30 Juli 2011 A. 1 Orientasi/Magang di BPP Bantul Mengetahui dan memahami organisasi wilayah kerja BPP Bantul 2 s/d 14 Mei 2011 2 Mengikuti mekanisme dan rutinitas kerja pada BPP Bantul 3 Menyusun laporan magang,presentasi dan penyempurnaan Rencana Kerja PKL I 18 s/d 21 Mei 2011 Lanjutan Tabel 4. 1 2 3 B. Pelaksanaan Kegiatan PKL I di lokasi asal 1 Melapor dan menjelaskan maksud dan tujuan Kegiatan PKL I pada Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan 23 Mei 2011 2 Melapor dan menjelaskan maksud dan tujuan Kegiatan PKL I pada BPP dan Kantor Camat Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar 24 Mei 2011 3 Melapor dan menjelaskan maksud tujuan Kegiatan PKL I pada Kepala Desa Keramat Baru Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar 25 Mei 2011 4 Mengumpulkan data potensi wilayah dan agroekosistem tingkat desa dan kecamatan 26-31 Mei 2011 5 Memandu penyusunan Rencana Kegiatan Desa(RKD) dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD) 1-3 Juni 2011 6 Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian 6-10 Juni 2011 7 Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian 13-17 Juni 2011 8 Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani perorangan/kelompok/massal 20-30 Juni 2011 9 Melaksanakan Demontrasi Cara 1 Juli 2011 10 Memandu Demontrasi Farm dan Sekolah Lapang 4-6 Juli 2011 11 Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran 7-8 Juli 2011 12 Mengajar Kursus Tani 11-13 Juli 2011 13 Menumbuhkan Kelompoktani 14 Juli 2011 14 Mengembangkan kelompok dari pemula ke lanjut 15 Juli 2011 15 Merencanakan kegiatan mimbar sarasehan tingkat kecamatan 18-20 Juli 2011 Lanjutan tabel 4. 1 2 3 16 Memberikan pemecahan masalah kepada petani-nelayan yang berkonsultasi 21-30 Juli 2011 C. Pelaporan / Evaluasi 1 Penyelesaian PKL I dan penyusunan Draft laporan PKL I 18 s/d 30 Juli 2011 2. Libur semester dan Hari Raya 1 Agst s/d 10 Sept 2011 3 Penyempurnaan PKL I dan Ujian PKL 12 s/d 30 Sept 2011 4 Ujian Kompetensi 3 s/d 5 Oktober 2011 5 Yudisium 7 Oktober 2011 6 in campuss semester III 10 Oktober 2011 IV. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1996. Acuan Penerapan PRA “Berbuat Bersama Berperan Serta”. Driyamedia Bandung Departemen Pertanian. 2006. Pemberdayaan Kelembagaan Kelompok Tani, Derektorat Jendral Hortikultura, Jakarta Mardikanto Totok dan Sri surtani, 1985. Petunjuk Penyuluhan Pertanian. Usaha Nasional, Surabaya Mardikanto Totok, 1991. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press, Surakarta Departemen Pertanian, 2002. Proses Penyuluhan Kemitraan (PROSPEK), SEARCA dan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Jakarta Robert Chambers, 1992. PRA “Memahami Desa Secara Partisipatif. Kanisius, Yogyakarta STPP, 2011. Petunjuk Teknis Praktik Kerja Lapangan (PKL). Badan Pengembangan SDM Pertanian, STPP Jurusan Penyuluhan Pertanian Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar